Kamis, 04 November 2021

Upaya Membangun Keluarga Sakinah

Upaya Membangun Keluarga Sakinah

Perkawinan yang baik adalah sebuah ikatan seumur hidup dan memerlukan sesuatu yang lebih banyak daripada sekedar “peduli”, “pemenuhan diri”, dan “komitmen”. Perkawinan menuntut agar masing-masing kita jujur kepada diri sendiri, jujur kepada pasangan hidup dan jujur kepada Allah. Islam memandang potret keluarga yang ideal adalah keluarga yang dapat menggabungkan antara sakinah, mawaddah dan rahmah sebagai satu kesatuan dan dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat mencapainya, tentu membutuhkan cara dan langkah yang beragam yang bisa saja berbeda antara satu keluarga dengan lainnya. Uraian berikut mencoba memberikan semacam tips bagi pembentukan sebuah keluarga bahagia yang sifatnya umum namun bisa direalisasikan dalam setiap keluarga.

          1.         Benar dan tepat dalam memilih jodoh.

Perkawinan merupakan sebuah ikatan yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan kehidupan kemanusiaan. Oleh karena itu secara naluriah manusia akan berusaha untuk mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan keinginan mereka walaupun dalam ketentuan agama dianjurkan untuk selektif dalam memilih pasangan. Permasalahan memilih jodohmerupakan sesuatu yang pernah dialami oleh orang dalam menempuh rumah tangga. Seseorang dalam memilih calon istri atau suami mesti dipertimbangi oleh kriteria tertentu, walaupun upaya tersebut bukan merupakan suatu yang kunci, namun dapat menentukan baik tidaknya rumah tangga.

          2.         Mengembangkan prinsip musyawarah dan demokratis.

Dalam segala aspek kehidupan dalam rumah tangga harus diputuskan dan diselesaikan berdasarkan hasil musyawarah minimal antara suami dan istri. Adapun maksud demokratis adalah bahwa seluruh anggota keluarga harus saling terbuka untuk menerima pandangan dari masing-masing pihak. Untuk merealisasikan prinsip ini, maka setiap anggota keluarga harus saling menciptakan suasana yang kondusif untuk munculnya rasa persahabatan di antara mereka baik dalam hal suka maupun duka, dan merasa mempunyai kedudukan yang sejajar dan bermitra, tidak ada pihak yang merasa lebih hebat dan lebih tinggi kedudukannya, tidak ada pihak yang mendominasi dan menguasai. Dengan prinsip ini diharapkan akan memunculkan kondisi yang saling melengkapi dan saling mengisi antara satu dengan yang lain.

Realisasi lebih jauh dari sikap musyawarah dan demokratis dapat dikelompokkan kepada: pertama, musyawarah dalam memutuskan masalah-masalah yang berhubungan dengan reproduksi, jumlah danpendidikan anak dan keturunan, kedua, musyawarah dalam menentukan tempat tinggal (rumah), ketiga, musyawarah dalam memutuskan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan rumah tangga, dan keempat, musyawarah dalam pembagian tugas-tugas rumah tangga.

          3.         Menciptakan rasa aman dan tentram dalam keluarga.

Dalam kehidupan rumah tangga harus tercipta suasana yang merasa saling kasih, saling asih, saling cinta, saling melindungi dan saling sayang. Semua anggota keluarga harus menciptakan suasana bahwa rumah adalah tempat yang nyaman bagi mereka. Keluarga menurut Toffler, dapat berfungsi laksana raksasa peredam kejutan yakni tempat kembali berteduh setiap individu (anggota keluarga) yang babak belur dan kalah dalam pertaruhan hidup diluar rumah.18 Dalam bahasa Islam, keluarga berfungsi sebagai surga atau taman indah, tempat setiap anggota keluarga menikmati kebahagiaan hidup, dan menjadi penangkal gelombang kehidupan yang keras. Jika suasana kehidupan keluarga berantakan dan terpecah, tidak aman dan tentram maka kehidupan keluarga akan mengalami disorientasi, disharmoni, bahkan disintegrasi. Aman dan tentram disini bukan hanya terbatas pada aspek fisik semata, tetapi juga dalam aspek kehidupan kejiwaan (psikis).

          4.         Menghindari adanya kekerasan baik fisik maupun psikis.

Dalam kehidupan berkeluarga, jangan sampai ada anggota keluarga yang merasa berhak memukul atau melakukan tindak kekerasan fisik dalam bentuk apapun, dengan dalih atau alasan apapun, termasuk alasan atau dalih agama. Begitu juga setiap anggota keluarga harus terhindar dari kekerasan psikologi. Setiap anggota keluarga harus mampu menciptakan suasana kejiwaan yang aman, merdeka, tentram dan bebas dari segala bentuk ancaman yang bersifat kejiwaan, baik dalam bentuk kata atau kalimat sehari-hari yang digunakan maupun panggilan antar anggota keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan ketakutan bahkan sekedar ketersinggungan.

          5.         Menjadikan hubungan suami istri dan anggota keluarga lainnya adalah hubungan patner.

Relasi gender dalam hubungan suami dan istri dan anggota keluarga lainnya merupakan hubungan kemitrasejajaran. Meskipun pengertian kemitrasejajaran tidak bisa difahami dengan makna yang seragam, persis sama, tetapi pengertian kemitrasejajaran yang dimaksud disini adalah suatu relasi yang berdasarkan keadilan, saling membutuhkan, dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.20 Implikasi dari prinsip seperti ini akan memunculkan sikap saling, pertama saling mengerti latar belakang pribadi, kedua, saling menerima hobi, kelebihan dan kekurangandari masing-masing anggota keluarga, ketiga, saling menghormati perkataan, perasaan, bakat dan keinginan serta menghargai keluarga, keempat, saling mempercayai pribadi maupun kemampuan setiap anggota keluarga, kelima, saling mencintai dan menjauhi sikap egois.

          6.         Menumbuhkan prinsip keadilan.

Keadilan disini adalah menempatkan sesuatu pada posisi yang semestinya (proporsional). Jika ada diantara anggota keluarga baik laki-laki maupun perempuan yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri harus di dukung tanpa memandang dan membedakan berdasarkan jenis kelamin. Masing-masing anggota keluarga harus sadar sepenuhnya bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga yang harus memberi dan mendapat perhatian. Contohnya, bapak yang kerja dan mempunyai kewajiban di kantor atau sekolah, juga mempunyai kewajiban untuk memberikan perhatian kepada anak-anak, istrinya serta anggota keluarga lainnya. Demikian pula, ibu yang harus menuntaskan tugas kantor, tugas sekolah juga mempunyai kewajiban untuk memberikan perhatian bagi suami, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya. Ini berarti semua anggota keluarga harus berlaku adil baik bagi dirinya dan anggota keluarganya. Suami, istri dan anggota keluarga adalah team-work dan team-meat dalam mencapai keluarga yang bahagia. Segala sesuatu menyangkut tugas-tugas untuk menciptakan keluarga yang sakinah haruslah adil, fleksibel, terbuka dan demokratis. Intinya berbagi tugas sesuai dengan kondisi objektif, atas kesepakatan bersama, dan untuk mencapai tujuan bersama.

          7.         Menciptakan kedewasaan diri.

Kebahagiaan dan kesejahteraan dalam perkawinan mempunyai beberapa unsur, baik yang seharusnya dipunyai seorang pria yang nantinya akan berfungsi sebagai suami ataupun seorang wanita yang akan menjadi seoang istri dan ibu dari anak-anaknya. Sebagian orang beranggapan bahwa unsur terpenting dalam membangun sebuah keluarga adalah masing-masing pasangan saling mencintai. Ada juga yang menyatakan bahwa kekayaan dan kecantikan menjadi modal bagi kebahagiaan sebuah keluarga. Salah satu unsur terpenting dalam mencapai kebahagiaan dalam rumah tangga adalah kedewasaan diri. Kedewasaan dalam bidang fisik-biologis, sosial ekonomi, emosi dan tanggung jawab, pemikiran dan nilai-nilai kehidupan serta keyakinan atau agama, akan menyebabkan keluarga yang terbentuk dalam keadaan yang demikian mempunyai saham yng cukup besar dan meyakinkan untuk meraih taraf kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dalam keluarganya.

--------------------------⁣⁣⁣⁣⁣
Resep Masakan Rumahan
Syafa Aulia Rahmah
Info Warga Jateng
Mancing Gayeng
Yuni Almus

Tidak Menghalangi Tekad Bulat Suami

Tidak Menghalangi Tekad Bulat Suami

Kapankah istri dapat dianggap menghalangi tekad suaminya? Yaitu ketika istri tidak lagi memiliki semangat, harapan, dan impian dalam hidupnya. Istri hanya menghadapkan wajah sepenuhnya ke masa sekarang, jiwanya statis, dan tidak pernah berusaha keluar dari  keadaan ini. Bagi istri masa depan, berbagai macam ide, dan semua tujuan yang ditetakan oleh suaminya hanya omong kosong belaka. Bahkan, istri pun tidak mengetahui pemikiran suaminya baik yang kecil maupun yang besar. Wanita seperti ini selalu tetap berdiri di tempatnya bergerak sedikit pun, seperti patung yang diam di tempat dan tidak pernah berpindah. Kemudian akan terperosok ke dalam suasana dingin. Semua khayalan dan cita-citanya hilang.

Jika kita bandingkan wanita yang menjadi penghalang suami dengan wanita penyejuk hati yang selalu menjadi fokus pandangan kita, keduanya jelas memiliki kepribadian yang berbeda. Wanita penyejuk hati memiliki kesiapan untuk membuka diri pada kehidupan. Memiliki kesiapan untuk membuka diri pada kehidupan. Mereka sabar, selalu melakukan pembaharuan, berfikir tentang masalah-masalah besar dan mengerjakan pekerjaan yang bermanfaat, memiliki cita-cita, selalu belajar, menikmati segala sesuatu, dan bekerja secara kreatif. Sementara itu, wanita yang dianggap menghalangi tekad suami selalu menyusahkan suami memiliki kebalikan dari sifat-sifat di atas. Ia terpaku dengan situasi dalam lingkungannya selalu mengeluh dan berwajah muram, statis selalu bergantung pada rutinitas cenderung oportunis tidak memiliki keinginan untuk membangun. Bahkan ia cenderung selalu melakukan kerusakan terpaku pada kejenuhan dan tidak mampu berinovasi untuk menghilangkan kejenuhan itu. Demikian perbedaan antara kedua tipe wanita tersebut.

--------------------------⁣⁣⁣⁣⁣
Resep Masakan Rumahan
Syafa Aulia Rahmah
Info Warga Jateng
Mancing Gayeng
Yuni Almus

Tentang Para Remaja Putri

Tentang Para Remaja Putri

Tentang para remaja putri, salah satu kekhususan masa remaja adalah perubahan dalam perasaan. Persahabatan dan permusuhan remaja putri tidak memiliki warna yang pasti dan tidak bisa diperhitungkan. Anak perempuan dalam masa ini sangatlah cepat menjadi pecinta. sebelum mencintai, remaja putri ingin terlebih dahulu bersahabat. Persahabatan remaja putri sangatlah tulus dan memiliki kecenderungan untuk berkorban. Namun, kita tidak boleh lupa untuk melakukan penjagaan ekstra pada perasaan-perasaan para remaja putri. Karena para remaja putri masih kurang pengetahuan, sedangkan perasaan yang kuat menyala-menyala ada pada diri mereka. Kita dapat melihat cinta pada remaja putri lebih tulus dibanding remaja putra, yakni cinta yang halus dan tulus, yang timbul dari rasa keindahan dan kelembutan perasaan. mungkin karena hal inilah para remaja putri lebih banyak tertipu, terlena pada cinta yang diberikan pada para remaja putri lalu menerimannya dengan setulus hati.

Keindahan yang ada pada remaja putri adalah sebuah kesenangan. Semakin kecantikan itu sesuai dengan harapan-harapan para remaja putri, dan semakin remaja putri memahaminya menyadari kecantikan mereka maka semakin bertambah pula kesenagan remaja putri. Nilai kecantikan para remaja putri tidak hanya dari sisi tubuh. Kecenderungan pada keindahan tubuh menyebabkan para remaja putri menyukai perhiasan yang merupakan tanda-tanda kecintaan pada diri sendiri. Karena hal-hal inilah remaja putri lebih memperhatikan dirinya dan berupaya menghias diri dengan memakai pakaian yang bagus. Masa-masa remaja adalah masa sensitif, dimana seseorang pada masa itu mudah terharu dan rapuh. Para remaja putri sangat cepat terpengaruh dan tidak menyukai kejadian-kejadian dan kenyataan yang tidak menyenangkan. Sekecil apa pun cacian dan pengucilan yang mereka rasakan, akan membuat mereka merasa tak berarti dan tidak danggup lagi menghadapi kondisi-kondisi itu. Kehidupan para remaja putri memiliki kondisi yang khusus, dengan ritme dan alunan yang bisa menghilangkan kehausan para remaja putri. Perkembangan usia baligh dibarengi dengan gejolak yang cukup besar, yang pada akhirnya menyebabkan remaja sangat mudah terpengaruh oleh kondisi-kondisi dan kejadian-kejadian, sehingga tangis, tawa kesedihan, dan kegembiraan mereka terkesan tidak wajar, tentang para remaja putri.

--------------------------⁣⁣⁣⁣⁣
Resep Masakan Rumahan
Syafa Aulia Rahmah
Info Warga Jateng
Mancing Gayeng
Yuni Almus

Sosial Remaja Putri

 Sosial Remaja Putri

Masalah akhlaq usia remaja, selama ini, orang tua memiliki anak yang penurut, dan selalu menaati perintah serta larangan orang tua. Namun, kini orang tua dihadapkan pada seorang anak yang menganggap dirinya sudah besar dan tidak menyukai hidup dengan aturan-aturan lama. Akhlak dan jiwa para remaja sedang terbangun, sedang terbentuk secara bertahap menuju kesempurnaan, atau istilahnya lebih matang. namun untuk mencapai tahap ini, dibutuhkan waktu dan kesanggupan orang tua serta para pendidik.

Peran lingkungan terhadap akhlak remaja, kesadaran muncul di masa remaja, terutama pada usia 12-13 tahun. Yang lebih penting lagi adalah tumbuhnya kesadaran beragama, kesadaran jiwa dan fitrah. Pada sisi lain, remaja mulai memasuki masyarakat dan bermasyarakat. Setiap perilaku dari individu-individu masyarakat menjadi contoh dan pelajaran bagi dirinya. Moral remaja merupakan pantulan dari kondisi-kondisi sekitarnya, dimana mode-mode pakaian dan perilaku baru masyarakat menarik perhatiannya dan menariknya untuk mengikuti hal-hal tersebut.

Kekuasaan, merupakan keunikan perkembangan masa remaja. Rasa berkuasa muncul dari diri remaja seolah olah dirinya adalah pemimpin, ia menjadi egois dan mau menang sendiri. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakterikatan dalam menghadapi lingkungan sekitar. Remaja putri ingin semua orang mau berkorban demi kekuasaan, posisi, dan kondisi dirinya. orang-orang disekelilingnya diupayakan untuk memperhatikan kondisi-kondisi seperti ini. Bersolek, perhatian pada tubuh, pakaian, dan kecantikan luar merupakan bukti tentang hal ini. Remaja menghabiskan banyak waktunya untuk memperhatikan bentuk pakaian, cara berpakaian dirinya, dan berupaya sebisa mungkin agar tidak ada cacat pada dirinya.

Hubungan dengan orang tua, sebagian remaja mengambil jarak dengan kedua orang tua mereka,tidak mentaati perintah orang tua mereka, bahkan bersikukuh terhadap hal-hal salah yang mereka lakukan atau pendapat-pendapat mereka yang keliru. Masalah ini disebabkan karena mereka menganggap orang tua mereka otoriter, kaku, kolot, tidak logis, dan banya bertentangan dengan cara hidup modern. Kadang kala adan remaja putri yang menuding ibunya berpikiran kolot karena tidak mengizinkannya ikut acara-acara tertentu. Karena mendapat larangan-larangan dari orang tuanya, remaja berusaha menemukan kesalahan yang ada pribadi kedua orang tuanya atau berupaya membuat keduanya tidak berkutik. Remaja terkadang menutupi perasaan-perasaannya dan meninggikan kepribadian serta kepercayaan diri sendiri. Hinaan dan cercaan ayah dan ibunya bukan hanya membuatnya tidak taat pada perintah keduannya, melainkan juga membuatnya menganggap remeh dan menyepelekan keyakinan kedua orang tuanya itu.

Persahabatan, seorang remaja berusaha mencari sahabat yang bisa berbagi rasa, bisa mempercayainya, dan bisa menjadi tempat mencurahkan segala masalah pribadi yang dihadapinya. Remaja berusaha memuji sahabatnya dengan cara memberikan hadiah. Seorang remaja tidak ingin kehilangan sahabat. Oleh karenanya, remaja lebih cenderung untuk berpakaian seperti sahabatnya, menghias rambut seperti sahabatnya, dan berperilaku juga seperti sahabatnya. Pada satu sisi, hal-hal tersebut bisa mengakibatkan penyimpanan dan kerusakan. namun di sisi lain, persahabatan juga bisa menjadi sarana petunjuk jalan kebenaran.

Sopan santun dan adat istiadat, masa remaja adalah masa penentangan dan pembangkangan. Penentangan terhadap berbagai kenyataan, keluarga, dan terhadap adat istiadat yang berlaku dimasyarakat.

--------------------------⁣⁣⁣⁣⁣
Resep Masakan Rumahan
Syafa Aulia Rahmah
Info Warga Jateng
Mancing Gayeng
Yuni Almus

Hindari Pertengkaran Orang Tua

Hindari Pertengkaran Orang Tua

Hindari Pertengkaran Orang TuSetiap konflik dalam keluarga (pertengkaran orang tua), pasti mempengaruhi pola pikir dan kelakuan anak. Apa lagi jika konflik tersebut diperlihatkan di depan anak. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi psikis anak dalam konflik rumah tangga. Seperti besarnya konflik, usia anak dan jenis kelamin anak (anak perempuan biasa lebih sensitif ketimbang anak laki-laki).
Apabila konflik yang terjadi masih kecil, orang tua pasti mampu menutupinya. Dan, anak tidak akan mengetahui masalah itu karena orangtua tidak memperlihatkan konflik di depan anak. Kecuali jika konflik sudah membesar dan orang tua tidak dapat menutupinya dari anak, akan sangat berpengaruh pada mental anak.

Konflik berkepanjangan yang terjadi pada keluarga akan membawa dampak psikologis anak saat mereka remaja. Ketika anak masih balita, mereka belum merasakan apa-apa. Namun memori otaknya akan tetap merekam setiap peristiwa yang mereka alami, meski hanya seperti mimpi. Bayang-bayang ini akan semakin jelas terpateri dalam pikiran mereka ketika beranjak remaja. Karena pada saat itu, mereka mulai mengerti realita kehidupan.

Sangat jarang, sekelompok orang yang hidup serumah tanpa pernah berselisih. Berdamai setelah berselisih adalah baik dan kembali pada kebenaran adalah mulia.

Akan tetapi, yang bisa menggoncangkan keutuhan rumah tangga dan membahayakan keselamatan bangunan intern adalah tampaknya berbagai perselisihan itu di hadapan anggota keluarga yang lain, sehingga mereka terpecah menjadi dua bala tentara atau lebih, kesatuan menjadi bercerai berai, belum lagi pengaruhnya terhadap kondisi kejiwaan anak-anak terutama terhadap mereka yang masih kecil.

Renungkanlah, apa yang terjadi jika sang bapak berkata kepada anaknya: "Jangan bicara dengan ibumu". Sang ibu pun berkata kepada puterinya: "Jangan bicara dengan ayahmu". Anak-anak menjadi bingung,  tercabik-cabik jiwanya dan semua hidup dengan penuh beban dan serba sulit.

Karena itu, hendaknya kita menjaga agar tidak menjadikan perselisihan, dan kalau toh terpaksa ada hendaknya hal itu kita sembunyikan. Kita bermohon kepada Allah semoga Allah mempertautkan segenap hati.

--------------------------⁣⁣⁣⁣⁣
Resep Masakan Rumahan
Syafa Aulia Rahmah
Info Warga Jateng
Mancing Gayeng
Yuni Almus

Perpustakaan di Rumah

Perpustakaan di Rumah

Diantara yang membantu proses pengajaran bagi keluarga adalah pemberian kesempatan belajar agama dan menolong mereka untuk mentaati hukum-hukum syari'at dengan membuat perpustakaan Islami di rumah, tidak http://cakun.info/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifharus besar, tetapi yang penting bisa menyeleksi buku-buku penting, menempatkannya di tempat yang gampang diambil, dan menganjurkan anggota keluarga untuk membacanya.

Diantara perpustakaan yang baik dan efisien - dan perpustakaan itu memuat sumber-sumber yang daripadanya bisa dicari pembahasan dan pemecahan berbagai persoalan, bermanfaat untuk anak-anak di sekolah, dan hendaknya pula memuat buku-buku untuk tingkatan yang beragam, juga buku-buku yang cocok untuk orang dewasa dan anak-anak, laki-laki dan perempuan.

Untuk mendirikan perpustakaan rumah, bila perlu dengan memanfaatkan pameran buku-buku setelah  meminta pertimbangan terlebih dahulu kepada orang yang ahli di bidang perbukuan.

Diantara yang membantu memudahkan mencari buku-buku yaitu dengan menertibkan buku-buku sesuai judulnya. Misalnya buku tafsir di rak tersendiri, demikian pula hadits, fiqh dan seterusnya.

Di bawah ini ada beberapa usulan dalam masalah buku-buku penting bagi perpustakaan rumah:

Tafsir: Tafsir lbnu Katsir, Tafsir lbnu Sa'di, Zubdatut Tafsir karya Al-Asyqar, Ushulut Tafsir karya Ibnu Utsaimin, dan Lamahaat fii Uluumil Qur'an karya Muhammad Ash-Shabbagh.

Hadits: Shahihul Kalimith Thayyib, Amalul Muslimi fil Yaum wal Lailah, Riyadhush Shalihin dan keterangannya, Nuzhatul Muttaqin, Mukhtashar Shahih Al-Bukhari karya Zubaidi, Mukhtashar Shahih Muslim karya Mundziri dan Al-Albani, Shahihul Jami' Ash-Shaghier, Dha'iful Jami' Ash-Shaghier,  Shahihut Targhib wat Tarhib, As-Sunnah wa Makaanatuha fit Tasyrii', Qawa'id wa Fawa'id Minal Arba'in An-Nawawiyyah karya Nazhim Sulthan.

Aqidah: Fathul Majid Syarhu KitabAt-Tauhid dengan tahqiq Arna'uth, A'laamus Sunnah Al-Mansyurah karya Al Hakamy,Ma'arijul Qabuul karya Al—Hakamy, Syarhul Aqidah Ath-Thahawiyah dengan tahqiq Al-Albani, Silsilatul Aqidah karya Umar Sulaiman Al-Asyqar (8 ]uz), Asyraatus Saa'ah karya Dr.Yusuf Al-Wabil.

Fiqh: Manaarus Sabil karya Ibnu Dhauyan, Irwaa'ul Ghalil karya Al-Albani, Zaadul Ma'aad, Al-Mughni karya lbnu Qudamah, Fiqhus Sunnah, Al-Mulakhkhashul Fiqhi karya  Shalih Fauzan, Majmu'atu Fataawa Al-Ulama (Abdul Aziz bin Baaz, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Abdullah bin Jibrin), Shifatu Shalatin Nabi karya Al-Albani dan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, Mukhtashar Ahkamil Jana'iz karya Al-Albani.

Akhlaq dan Penyucian Jiwa:  Tahdzibu Madarijis  Salikin, Al-Fawa'id, Al-Jawabul Kaafi, Thariqul Hijratain Wa Baabus Sa'adatain, Al-Wabilush Shayyib Wa Rafi'ul Kalimith Thayyib karya Ibnul Qayyim, Lathaa'iful Ma'aarif karya lbnu Rajab, Tahdzibu Mau'idhatil Mukminin, Ghidza'ul Albab.

Sejarah dan Biografi: Al-Bidayah Wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Mukhtashar Asy-Syamaa'il Al Muhammadiyyah karya At-Turmudzi, Ar-Rahiiqul Makhtum, Al- 'Awaashim minal Qawaashim karya Ibnul Arabi tahqiq Al-Khatib dan Al-Istanbuli, Al-Mujtama' Al- Madani (1-2) karya Akram Al-Umari, Siyaru  A'laamin Nubala', Manhaju Kitaabit Tarikh Al-lslami karya Muhammad bin Shamil As-Salami.

Selain itu masih banyak lagi buku-buku yang bermanfaat. Apa yang kami sebutkan di atas hanyalah sebagai contoh, tidak berarti kami membatasi. Di samping itu, saat ini telah pula merebak kecenderungan buku-buku kecil dan praktis yang banyak bermanfaat. Kalau kita catat di sini, tentu tak memungkinkan, karena itu masing-masing hendaknya meminta pendapat orang ahli dan teliti dalam menyeleksinya. Dan sungguh, barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscaya Ia akan pahamkan orang tersebut dalam masalah agama.

--------------------------⁣⁣⁣⁣⁣
Resep Masakan Rumahan
Syafa Aulia Rahmah
Info Warga Jateng
Mancing Gayeng
Yuni Almus

Perhatian terhadap Anak-anak di Rumah

Perhatian  terhadap Anak-anak di Rumah, dalam hal ini ada beberapa segi yang perlu diperhatikan,diantaranya:
  1. Hafalan Al-Qur'an dan kisah-kisah Islami.
    Betapa indah manakala sang ayah mengumpulkan anak-anaknya untuk membacakan kepada mereka  ayat-ayat Al-Qur'an dengan sedikit keterangan, lalu memberikan hadiah-hadiah bagi yang bisa menghafalkannya. Seoranganak yang masih kecil bisa juga telah hafal surat Al-Kahfi karena ayahnya selalu mengulang-ulang bacaan ayat tersebut setiap kali hari Jum'at.Termasuk yang amat menarik dan berpengaruh besar terhadap anak adalah dengan menceritakan dan memperdengarkan kepada mereka kisah-kisah Islami.Diantara kisah-kisah itu adalah kisah Nabi Nuh alaihis salam  dan banjir topan, kisah Nabi Ibrahim alaihis salam dalam menghancurkan patung-patung lalu pelemparan Nabi lbrahim alaihis salam  ke dalam api, kisah Nabi Musa dan selamatnya dari Fir'aun yang kemudian ia tenggelam dalam lautan, kisah Nabi Yunus alaihis salam  dalam perut ikan, kisah singkat Nabi Yusuf alaihis salam dan perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti diutusnya beliau  sebagai rasul dan kisah hijrah, petikan peperangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam  seperti perang Badar dan Khandaq dan yang lain seperti kisah beliau dengan laki-laki dan unta yang menjadikannya lapar dan bersusah payah.Juga kisah orang-orang shalih, seperti kisah Umar bin Khathab radhiyallah 'anhu dengan seorang ibu bersama anak-anaknya yang kelaparan di dalam kemah, kisah para penggali parit (Ashaabul Ukhduud), kisah pemilik-pemilik kebun dalam surat Nun, dan tiga orang yang tersekap di dalam gua dan sebagainya.

Semua hal di atas hendaknya diringkas dan disederhanakan dengan beberapa komentar dan pengambilan ibrah (pelajaran), kita tidak membutuhkan cerita-cerita yang bermacam-macam yang menyimpang dari aqidah dan penuh khurafat atau yang menakutkan (horor) sehingga merusak jiwa anak karena mewariskan rasa takut dan pengecut.

  1. Perhatian terhadap mainan anak-anak yang menghibur dan mendidik.
    Hendaknya disediakan ruangan untuk anak-anak bermain. Baik juga jika ada lemari khusus sehingga anak-anak bisa menertibkan mainan mereka di dalam lemari  tersebut. Hendaknya dihindari beberapa permainan yang bertentangan dengan syariat, seperti: alat-alat musik, yang bertanda gambar salib, atau permainan dadu.Akan lebih baik jika dipenuhi sarana yang menunjang ketrampilan bagi anak-anak remaja seperti pertukangan, elektronika, mekanika dan beberapa permainan (games) komputer yang dibolehkan. Tetapi  dalam hal ini, kita mengingatkan bahaya program komputer yang bisa menampilkan gambar wanita-wanita perusak, juga permainan yang di dalamnya terdapat gambar salib, bahkan sebagian mengatakan, salah satu game komputer berbentuk permainan judi. Demikian juga ada game yang menampilkan empat gadis di layar monitor. Orang yang memainkan game ini harus memilih salah satu di antara empat gambar tersebut yang kesemuanya hampir mirip. Jika menang dalam game ini, pemain akan diberi pertanda hadiah dengan keluarnya gadis yang paling seronok dan porno, na'udzubillah.
  2. Memisahkan antara anak laki-laki dengan anak perempuan dalam tidur.
    Inilah perbedaan cara menertibkan rumah antara orang yang taat beragama dengan orang yang sama sekali tidak memperhatikan persoalan agama.
  3. Bercanda dan menyayangi.
    Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencandai anak-anak, mengusap kepala mereka dan memanggil mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan oleh-oleh pertama kali kepada anak yang paling kecil.

dalam kenyataannya, masih banyak jalur dan berbagai cara yang digunakan untuk mengapresiasi memperhatikan memahami mengenal terhadap anak anak. begitu pula dengan metode yang digunakan.  semoga tulisan mengenai perhatian terhadap anak anak dirumah seperti yang tersebut diatas dapat bermanfaat.

Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas

 Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas istiqomah moco surat ikhlas waktu subuh 3 x magrib 3x. mergo dawuhe kanjeng nabi nek wong iku moco surat ...